Model super kurus makin sulit mendapat tempat di panggung-panggung peragan busana dunia. Di sejumlah neraga, lampu merah bagi model berpostur ’tusuk gigi’ pun dikeluarkan oleh pihak berwenang. Apa benar super kurus berarti tidak sehat? Sejauh apa pengaruh isu ini terhadap orang biasa?
Kontroversi mengenai para model super kurus mulai melanda dunia mode internasional ketika tahun 2006 lalu, 2 model muda belia tewas akibat anorexia nervosa. Sejak itu, para petinggi dunia mode Eropa melarang model-model yang memiliki IMT atau Indeks Massa Tubuh sangat minim untuk tampil. Isu ini mencuat ke permukaan sejak kematian 2 model – Luisel Ramos dari Uruguay dan Ana Carolina Reston dari Brazil. Ana Carolina Reston memiliki tinggi badan 174 sentimeter dan berat badan hanya 20 kilogram ketika meninggal dunia. Model ini juga dilapokan hanya mengonsumsi buah apel dan tomat selama berminggu minggu sebelum kematiannya. Gelombang protes akibat kematian ini akhirnya membuat model dengan IMT kurang dari 18 dilarang tampil pada peragaan busana yang disponsor pemerintah kota Madrid. Langkah ini disusul Milan pada bulan januari 2007. para perancang Italia juga telah sepakat untuk meminta bukti medis dari para model bahwa mereka tidak menderita kelainan makan sebelum diterima kerja.
Sementara pertengahan januari tahun ini, The Council of Fashion Designers of America (CFDA) yang baru-baru ini menunjukkan perancang Diane Von Furstenberg sebagai presidennya mengeluarkan peraturan versi mereka. Pelaku industri mode dihimbau agar lebih memahami tanda-tanda kelainan pola makan. Model di bawah usia 16 tahun juga dilarang untk tampil, dan CFDA mengharuskan pengelola peragaan busana nenyediakan makanan yang sehat di belakang panggung.
Seberapa parah dampak citra’skinny is beautiful” ini pada orang biasa? Gambaran model dan selebriti yang super-kurus di majalah-majalah fashion dan gosip ternyata memang sangat berpengaruh terhadap citra diri para wanita. Dr. Harry Brandt, direktur The Center for Eating Disorders dari sebuah klinik kelainan makan di AS misalnya mengaku,”Setiap hari kami kedatangan bayak pasien yang mengaku merasakan tekanan sangat besar untuk berbadan kurus agar dianggap sukses dan menarik.” Ia menambahkan,”Saya percaya kalau di dalam industri mode ada semacam keharusan implisit bagi para model untuk – dengan cara apapun – menjaga berat badan agar tetap kurus,”ujar Dr. Brandt. ”Industri mode harus mengambil langkah untuk menjaga kesehatan para pekerjanya dan memastikan apakah mereka memberikan citra yang realitis terhadap para wanita pada umumnya.”
Sebuah studi tahun 2000 di Inggris pernah menggambarkan hubungan yang sangat kuat antara kelainan makan pada wanita dengan frekuensi melihat model-model yang sangat kurus di majalah.
Salah satu ’orang dalam’ di industri busana setuju bahwa citra seperti ini dapat merusak. “Mayoritas wanita melihat foto di majalah dan tidak melihat frekuensi diri mereka,” kata Emme, seorang supermodel berukuran’plus’. Ia merupakan model ukuran ‘normal’ pertama yang dikontrak oleh perusahaan kosmetik besar dan telah lama menjadi duta Nasional Eating Disorder Association di AS.
“Para model yang umumnya masih sangat muda ini sagat mudah dipengaruhi, kita tidak akan pernah tahu dari mana mereka mendapat tekanan,”kata Emme. Emme juga mengatakan dia sangat terkejut ketika akhir-akhir ini melihat model yang ‘sangat kurus sekali’ muncul di majalah-majalah fashion mewah. “Seram sekali melihat foto-foto itu,” katanya,”mereka seperti sekantung tulang belulang yang dibungkus adibusana.”
Tapi apakah benar super kurus berarti super tak sehat? Model super kurus ternyata masih memiliki ’pembela’. Memsor Kamarake, seorang mantan stylist dan eksekutif agensi model, yang sekarang menjabat sebagai fashion director di majalah Vibe menyatakan dengan tegas ia menentang batas IMT untuk para model. ”Tidak semua model yang sangat kurus itu menderita kelainan. Banyak diantara mereka yang secara genetis memang sudah begitu.”
Kamarake bercinta mengenai salah satu model yang baru-baru ini muncul di Vibe bernama Chanel Iman yang berusia 16 tahun. ”Saya melihat dia makan sepiring penuh 3 kali sehari dan sering juga mengemil,” katanya, ”Kami sampai menggodanya kebiasaan makannya dan kata Chanel Ia memang makan seperti itu setiap hari.”
Jadi, ia menambahkan,”jika seorang model kurus tapi sehat, kenapa harus dilarang tampil? Apa karena tipe tubuhnya tidak membuat orang nyaman?”
Tetapi Dr. Brandt tidak setuju dengan argumen ini. ”Memang ada orang yang sangat kurus tetapi sehat dan normal,” kata beliu, ”tetapi kenyataannya, di industri mde banyak contoh kasus model terkenal yang kemudian mengaku bertahun-tahun kemudian kalau mereka ’harus berlapar-lapar untuk menjaga penampilan.’
| |
|